Viral Bukan Segalanya, Ini yang Harus Dilakukan Pengusaha

Viral Bukan Segalanya, Ini yang Harus Dilakukan Pengusaha

Viral Bukan Segalanya : Pemasaran viral atau viral marketing kian masif di era internet dan media sosial saat ini. Istimewanya lagi, strategi ini kini bisa dilakukan siapapun dengan mudah hanya bermodalkan kreativitas, perangkat gawai dan sinyal internet. Alhasil, hampir setiap hari selalu saja ada hal-hal yang viral di dunia maya. Hadirnya media sosial juga dapat lebih meningkatkan jumlah pesan viral dalam bentuk meme, share, like, dan forward dalam waktu yang lebih singkat.

Direktur Hounian Branding Agency Ian Kamil mengatakan, viral menjadi sebuah teknik yang digemari oleh pegiat pemasaran digital di Indonesia. Bahkan, kesuksesan sebuah bisnis kini diukur oleh seberapa luasnya kampanye viral tersebar. “Namun apabila semua brand melakukan hal yang sama, apakah tujuan dari teknik ini untuk membawa nama perusahaan ke tengah masyarakat tetap tercapai? dan apakah tingkat kesuksesan viral dapat menjadi tolak ukur yang dapat menggambarkan kesuksesan sebuah image brand dan mempengaruhi penjualan?” ujarnya

Viral Bukan Segalanya Ian berpendapat bahwa strategi viral marketing memang bisa membuka prospek, namun tidak bisa diterapkan untuk semua brand. Menurut dia, pengusaha atau pemilik produk harus benar-benar memahami apa yang dibutuhkan oleh produk atau mereknya untuk bisa berkembang dan berkelanjutan. Ian bilang, pebisnis boleh saja mengikuti perkembangan situasi, budaya dan tren saat ini. Namun, jangan lupa untuk menjaga dan mempertahankan identitas merek atau kekhasan dari produk yang dimiliki. “Anda tetap harus maintain the core brand identity dan personality,” tukas pemilik PT Hilwani Karunia Unggul.

Apabila tidak memiliki dasar branding yang kuat, sambung Ian, sebuah perusahaan dapat dengan mudah termakan oleh zaman dan situasi yang kerap berubah.

Misalnya situasi pandemi yang terjadi sejak 2020 lalu, beberapa bisnis kemudian terbentur dengan faktor ekonomi serta dihadapkan dengan tantangan perubahan strategi pemasaran. “Sebagai agency branding, kita harus berfikir dua hingga empat langkah ke depan,” ujarnya. Ian mengamati, brand yang memiliki akar kuat, dapat bermanuver dengan baik saat pandemi melanda, misalnya dengan mengadakan acara sosial atau dengan meluncurkan produk baru yang esensial di era Covid-19 lalu.

Dalam hal ini, sebu dia, peran sebuah agensi sangat krusial dalam memberikan arahan dan mengatur platform yang tepat demi suksesnya sebuah kampanye. Selain itu juga untuk menciptakan sebuah narasi unik dan khas bagi sebuah brand atau bisnis. “Don’t imitate the competition. Set yourself apart. Kini adalah saat yang tepat untuk menorehkan strategi original bagi bisnis Anda,” kata Ian merujuk pada buku Blue Ocean Strategy.