Manfaat BPJS Kesehatan Bagi Peserta

Manfaat BPJS Kesehatan Bagi Peserta

Manfaat BPJS Kesehatan, Ada banyak manfaat BPJS Kesehatan bagi masyarakat. Selain menjamin biaya kesehatan keluarga jika sakit, program wajib dari pemerintah ini juga menawarkan premi yang relatif jauh lebih murah dari asuransi swasta pada umumnya. Oleh sebab itu, akan sangat disayangkan jika kamu gak mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS Kesehatan. Apalagi melihat biaya rumah sakit yang semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Manfaat BPJS Kesehatan

Keunggulan utama dari program pemerintah ini adalah layanan proteksi perawatan kesehatan atas sebagian besar penyakit. Nah, berbicara mengenai manfaat yang didapatkan setiap peserta, berikut adalah daftar manfaat BPJS Kesehatan perorangan maupun karyawan.

1. Hampir semua penyakit ditanggung BPJS

Sampai saat ini terdapat kurang lebih 155 penyakit yang diketahui dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan dan wajib ditangani di fasilitas kesehatan 1. Sebagian dari penyakit yang ditanggung meliputi:

  • Penyakit jantung.
  • Penyakit asma.
  • Penyakit stroke.
  • Penyakit kanker.
  • Penyakit diabetes melitus.
  • Penyakit katarak.
  • Penyakit vertigo
  • Penggunaan jenis obat Formularium Nasional atau Fronas seluruhnya ditanggung BPJS Kesehatan.

Selain itu, manfaat BPJS Kesehatan untuk ibu hamil juga lumayan. Biaya melahirkan normal ditanggung penuh, begitu juga melahirkan caesar dengan syarat untuk kebutuhan medis (berdasarkan rekomendasi dokter).

2. Iuran bulanan kepesertaan yang terjangkau

Berikut adalah prosedur pembayaran iuran bulanan peserta BPJS Kesehatan.

  • Iuran jaminan kesehatan untuk masyarakat tidak mampu dibayarkan pemerintah daerah.
  • Iuran kesehatan bagi penerima upah (PNS, TNI/POLRI, Pejabat Negara, Pegawai Pemerintahan, dan Pegawai Swasta) dibayarkan langsung oleh pemberi kerja melalui pemotongan gaji.

Sedangkan untuk besaran iuran bagi peserta BPJS Kesehatan Mandiri terbagi menjadi tiga golongan. Setiap golongan memiliki biaya BPJS Kesehatan dan ruang perawatan yang berbeda-beda. Berikut adalah perinciannya.

  • Iuran sebesar Rp25,5 ribu per orang dengan manfaat pelayanan ruang kesehatan kelas tiga.
  • Iuran sebesar Rp51 ribu per orang dengan manfaat pelayanan ruang kesehatan kelas dua.
  • Iuran sebesar Rp80 ribu per orang dengan manfaat pelayanan ruang kesehatan kelas satu.

3. Sistem pembayarannya yang mudah

Pembayaran iuran BPJS Kesehatan Mandiri dapat dilakukan di mana saja. Berikut adalah tempat-tempat yang kamu bisa datangi.

  • Kantor BPJS Kesehatan.
  • ATM BRI, BNI, BTN, BCA, dan Bank Mandiri.
  • Kantor Pos.
  • Indomaret dan Alfamart.
  • Situs e-Commerce, seperti Tokopedia, Bukalapak, dan Shopee.
  • Loket pembayaran multitagihan.

4. Tidak butuh medical check-up untuk bisa menjadi peserta

Umumnya, asuransi swasta memerlukan hasil medical check up dari calon nasabahnya. Tujuannya untuk mengetahui kondisi kesehatan calon pesertanya saat ini dan menemukan ada tidaknya penyakit atau kondisi tertentu yang telah ada sebelumnya (pre-existing condition).

Hasil medical check up ini juga digunakan sebagai acuan penentuan premi yang perlu dibayarkan. Meski demikian, memiliki asuransi kesehatan di samping BPJS juga disarankan. Sebab, pertanggungan dan fasilitas yang diberikan terbilang lebih luas bahkan dibandingkan dengan BPJS.

Nah, kamu bisa mendapatkan asuransi kesehatan murah hanya Rp50 ribu per bulan hanya di Lifepal. Nah, karena BPJS Kesehatan tidak menentukan tarif premi atau iurannya berdasarkan jenjang usia dan kondisi sebelumnya, pendaftaran anggotanya pun tidak memerlukan medical check up.

Penentuan besarnya iuran BPJS sendiri berdasarkan kelas kamar yang diinginkan calon pesertanya, apakah kelas I, kelas II, atau kelas III.

5. Menjamin kesehatan seumur hidup, salah satu manfaat BPJS Kesehatan terbaik

Di saat asuransi swasta memberikan proteksi pesertanya hingga usia 100 tahun, perlindungan BPJS Kesehatan justru mampu menjamin proteksi peserta di sepanjang hidupnya.

6. Tak ada ketentuan Pre-Existing Condition 

Berbeda dengan asuransi swasta, pendaftaran anggota BPJS Kesehatan tidak menerapkan ketentuan Pre-Existing Condition dalam menjamin perawatan penyakit yang diderita anggotanya. Hal ini dimungkinkan karena BPJS Kesehatan menerapkan sistem gotong royong, yang sehat membantu yang lemah, dalam operasionalnya. Tak hanya menjamin penyakit yang telah ada sebelumnya, BPJS Kesehatan juga dapat digunakan untuk merawat penyakit seumur hidup atau penyakit besar, seperti penyakit jantung dan thalassemia.

7. Berhak atas manfaat Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama (PKTP)

Apa yang dimaksud dengan pelayanan kesehatan tingkat pertama adalah pelayanan kesehatan bagi perorangan yang sifatnya non-spesialistik (primer), meliputi:

  • rawat jalan dan rawat inap yang diberikan puskesmas atau yang setara,
  • praktik mandiri dokter,
  • praktik mandiri dokter gigi,
  • klinik pertama atau yang setara, termasuk faskes tingkat pertama milik TNI/Polri,
  • rumah sakit kelas D pratama atau yang setara, dan
  • faskes penunjang, seperti apotek dan laboratorium.

Kekurangan BPJS Kesehatan

Selain memiliki manfaat yang unggul, asuransi BPJS Kesehatan juga memiliki beberapa kekurangan yang perlu diketahui. Berikut adalah beberapa hal yang sayangnya menjadi kekurangan dari program nasional ini.

1. Wajib memenuhi rujukan medis berjenjang

Kekurangan pertama yang kerap dikeluhkan peserta BPJS Kesehatan pada umumnya adalah sistem rujukan berjenjang. Sistem ini mengharuskan setiap peserta memeriksakan penyakitnya di Faskes 1 terlebih dahulu, yaitu pada tingkatan puskesmas, dokter keluarga, atau klinik.

Apabila di Faskes 1 peserta tidak kunjung membaik dan dokter menyarankan untuk menjalani perawatan lanjutan, maka pasien akan mendapatkan rujukan ke rumah sakit atau Faskes kedua. Begitupun selanjutnya hingga pada tingkatan rumah sakit besar sebagai Faskes ketiga. Sistem ini tentu akan merepotkan apalagi jika dilakukan untuk pertama kali.

2. Hanya berlaku di Indonesia

BPJS Kesehatan memang bisa melayani berbagai jenis penyakit, namun sebagaimana ini adalah program nasional, maka cakupan pelayanannya pun terbatas di Indonesia saja. Dengan kata lain, jika kamu berada di luar negeri dan terserang penyakit, maka kartu BPJS Kesehatan kamu tidak bisa dipergunakan.

3. Proses antri yang panjang

Meskipun kini pengajuan rujukan sudah dapat dilakukan dengan sistem online, masih banyak orang yang masih memilih mengantri di loket pembayaran BPJS di rumah sakit atau puskesmas. Tidak jarang antrian tersebut bisa sangat panjang, bahkan ada yang rela datang sejak pagi demi mendapatkan urutan lebih awal.

4. Ada manfaat yang tidak dijamin BPJS Kesehatan

Akibat defisit yang dialami BPJS Kesehatan, maka pemerintah memutuskan untuk mengeluarkan Perpres No. 82 Tahun 2018 tentang jaminan kesehatan.

Di mana pada Pasal 52 dinyatakan bahwa terdapat 21 layanan yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan. Inilah manfaat yang tidak dijamin BPJS Kesehatan:

  • Pelayanan kesehatan untuk tujuan estetika.
  • Pelayanan kesehatan meratakan gigi.
  • Pelayanan kesehatan untuk mengatasi ketidakmampuan menghasilkan keturunan.
  • Pelayanan kesehatan akibat ketergantungan obat dan alkohol.
  • Gangguan kesehatan akibat melakukan aksi yang membahayakan diri sendiri.
  • Pengobatan alternatif yang belum dinyatakan efektif berdasarkan penilaian teknologi kesehatan.
  • Pengobatan atau tindakan medis yang dikategorikan sebagai eksperimen.
  • Alat dan obat kontrasepsi.

Dengan mengetahui apa saja manfaat BPJS Kesehatan serta kekurangannya, diharapkan kamu bisa lebih memahami informasi seputar BPJS Kesehatan.